Bung Karno dan Realitas Hidup Jokowi

Pernah Bung Karno bercerita….
“Suatu saat aku akan dihina seperti bandit, tapi kemudian aku akan dipuja seperti Pahlawan…”Dan Bung Karno meninggal di tanggal 21 Juni 1970, sekaligus sebagai tanggal kematian politik Berdikari Indonesia.Ditanggal kematian Sukarno 21 Juni, seorang bayi kecil lahir, dari gubuknya si miskin, dari gubuk kaum Marhaen, kaum yang paling dicintai Bung Karno, seperti Bung Karno bilang : “Kaum Marhaen itu memiliki modal, tapi modalnya hanya cukup untuk makan sehari, tukang sate bertelanjang kaki itulah marhaen, petani kecil, nelayan berperahu seadanya, itulah marhaen, tukang kayu itulah marhaen”.

Jokowi lahir dari kesulitan hidup, tapi ia tak menyerah, ia memang anak miskin, ia bekerja untuk bayar sekolah, tapi ia bisa mengalahkan kehidupan. Jokowi adalah lambang dari keberanian hidup, ia juga lambang dari keberanian Indonesia untuk menyelesaikan permasalahan Negara Gagal menjadi Negara nomor satu di Asia. Seperti kata Bung Karno : “Setiap manusia harus punya mimpi, dan manusia yang kuat adalah yang percaya mimpi-mimpinya bekerja dalam hidupnya. Begitu juga sebuah bangsa harus punya mimpi bersama, untuk menciptakan peradaban yang penuh rasa kemanusiaan, peradaban saling menghargai dan tidak mengeksploitasi manusia atas manusia lainnya”……

Memang 21 Juni adalah kematian politik berdikari, tapi juga sekaligus kebangkitan politik Berdikari kita.

Di tangan Jokowi kita menitipkan pemikiran Sukarno, menitipkan masa depan Indonesia………….

-In Memoriam Bung Karno, Selamat Ulang Tahun Jokowi.

(Anton DH Nugrahanto)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s