Menulis bak Menghirup Oksigen

Bagi Dewi Lestari, menulis dan bernapas memiliki kesamaan, sama-sama kebutuhan.
“Menulis adalah oksigen,” ucapnya dalam acara Ngopi Bareng Dee di Yogyakarta, Sabtu (14/1).

Penulis novel Perahu Kertas ini mengungkapkan, baginya menulis merupakan kegiatan berekspresi yang paling nyaman. Menulis, tambahnya, satu kebutuhan yang akan terus dilakukannya sampai ia mati.

Mengenai kemampuan menulis cerita, perempuan yang akrab disapa Dee ini mengungkapkan, kemampuannya tersebut tidak didapatkan secara instan, dalam satu hari. Novel pertamanya, Supernova, terbit 2001, padahal ia sudah mulai menulis cerita sejak 1985, saat kelas 6 SD.

Ia mengaku, dari 1985 hingga sekarang banyak naskah yang gagal, baik tidak selesai hingga ditolak media-media ketika dikirimkan. Bahkan, untuk menamatkan sebuah cerita, jelasnya, tidak semua orang yang pertama kali menulis langsung bisa. (OL-11)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s