Enrique’s Journey Dan Genre Jurnalisme Sastrawi

 

Genre jurnalisme sastrawi adalah genre yang memikat saya. Para penulisnya dengan jenius menggabungkan tulisan naratif ala karya sastra dan fakta-fakta lapangan yang menjadi unsur dasar berita. Saya suka “In Cold Blood”-nya Truman Capote, “The Travels of A T-Shirt in The Global Economy”-nya Pietra Rivoli, dan antologi “Jurnalisme Sastrawi”. Satu lagi yang ‘menyihir’ saya adalah “Enrique’s Journey” karya Sonia Nazario.

Buku ini secara garis besar menceritakan realitas eksodus para imigran gelap dari Amerika Selatan dan Tengah menuju Amerika Serikat yang para latin bilang “El Norte”. Umumnya pergi ke Utara untuk keluar dari jurang kemiskinan di negara-negara mereka. Para ayah dan ibu dengan berat hati meninggalkan anak-anak mereka. Anak-anak yang merindukan orang tua mereka, meski masih kecil, nekat ke Utara melalui perjalanan “kereta maut”.

Sonia mengambil contoh satu perjalanan berhasil dari Honduras menuju Amerika lewat tokoh Enrique. Enrique ditinggalkan ibunya, Lourdes, saat dia masih berusia lima tahun. Kehangatan ibunya hilang digantikan barang-barang kiriman dari ibunya yang bekerja serabutan di sana. Ibunya selalu mengatakan mencintai Enrique dan berjanji pulang, namun setelah sebelas tahun janjinya tidak mewujud juga. Enrique kemudian memutuskan meninggalkan kampung halamannya (kakak, pacarnya yang hamil, nenek, dan bibinya) demi bertemu sang ibu dan mengetahui langsung apakah benar Lourdes masih menyayangi Enrique.

readmore: http://www.kepadamu.com/enriques-journey-dan-genre-jurnalisme-sastrawi/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s