Hotman Paris dan Indra Sahnun Hina Denny, ILC Terancam Dihentikan

Jakarta, Jaya Pos

Program dialog Indonesia Lawyer Club (ILC) yang disiarkan secara langsung setiap Selasa malam di TVOne terancam dihentikan. Indonesia Media Watch (IMW) melaporkan program ILC ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) karena dinilai telah melanggar aturan penyiaran.

Laporan tersebut sebagai buntut dari acara ILC, Selasa (28/8) lalu, dimana Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana dihina peserta dialog. Dalam tayangan langsung itu itu, dua pengacara terlihat menyerang secara pribadi Denny Indrayana. Keduanya adalah Presiden Kongres Advokat Indonesia (KAI) Indra Sahnun Lubis dan pengacara senior Hotman Paris Hutapea.

Karni Ilyas sebagai pembawa acara tidak menghentikan hinaan yang dilakukan oleh Indra Sahnun Lubis dan Hotman Paris kepada Denny yang menyebutnya dengan kata-kata pendek, kaya penjaga mesjid, dan lain-lain. Bahkan Indra Sahnun menyebut Denny seperti orang sakit jiwa dan menyatakan Denny pantasnya jaga masjid. 

Akibat dari pernyataan itu, budayawan Sujiwo Tedjo menghardik Indra. Sementara moderator Karni Ilyas juga meminta Indra Sahnun Lubis agar menarik ucapannya dan meminta maaf atas hinaan fisik terhadap Denny.
IMW menegaskan, ILC kerap kali melanggar aturan penyiaran, terutama hak asasi manusia.

Peneliti IMW Ardinanda menegaskan, Indra Sahnun Lubis dan Hotman Paris Hutapea secara eksplisit melontarkan perkataan yang melanggar HAM terhadap Denny Indrayana, dengan pernyataan tidak etis yang menyerang secara pribadi.

“Desakan kami agar acara Indonesia Lawyer Club (ILC) tayangannya dihentikan sementara sesuai amanah undang-undang penyiaran,” kata Ardinanda.

IMW mendesak KPI menghentikan ILC karena program besutan Karny Elyas itu telah melanggar Undang-Undang No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran khu­susnya pasal 36 ayat (6) yang mela­rang setiap orang memperolokkan, merendahkan, melecehkan dan/atau mengabaikan nilai-nilai agama, martabat manusia Indonesia, atau merusak hubungan internasional.

Selain itu, pengaduan juga didasarkan pada Peraturan KPI Nomor 02/P/KPI/03/2012 tentang Standar Program Siaran (SPS), Pasal 24 ayat (1), yang menyatakan, “Program siaran dilarang menampilkan ungkapan kasar dan makian, baik secara verbal maupun nonverbal, yang mempunyai kecenderungan menghina atau merendahkan martabat manusia, memiliki makna jorok/ mesum/cabul/vulgar, dan/atau menghina agama dan Tuhan.”

Sementara itu Wakil Ketua KPI dan Koordinator Bidang Siaran Ezki Tri Rezeki mengatakan, bahwa pihaknya masih mempelajari laporan IMW tersebut. “ KPI akan berkoordinasi membahas surat yang dilayangkan IMW itu,” kata Ezki. L30 P1000

diposting di: http://harianjayapos.com/detail-1797-hotman-paris-dan-indra-sahnun-hina-denny–ilc-terancam-dihentikan.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s