“Mau Berubah : Pilih Damai atau Berontak?”

Dalam konsepsi perubahan sosial kerap ditemukan bahwa revolusi maupun pemberontakan berawal dari sebuah cita-cita dan gagasan baru yang sudah sangat gatal alias menunggu segera digaruk. Ada banyak deretan sejarah yang dijadikan rujukan bahwa pertumpahan darah itu tidak sia-sia. Kendati tidak selamanya menggapai keutuhan realisasi dari gagasan setidaknya ada banyak sisi positif dibanding berdiam menerima nasib.

Tapi, dewasa ini sebuah revolusi tidak lepas pula dari kemungkinan sebuah konspirasi dan desain eksternal. Ada kekhawatiran sebuah negara sengaja dirancang konflik internalnya untuk sebuah kepentingan yang berujung pada munculnya pemimpin baru yang diharapkan oleh pihak hegemon. Atau, tidak menutup kemungkinan sebuah pemanfaatan–memancing di air keruh–untuk kepentingan. Sudah barang tentu tak ada negara yang ingin negaranya hanyut dalam konflik internal dan negara lain meraup keuntungan dari padanya.

Mana kala negeri sedang terpuruk, terperangkap, dan terjerembab dalam lubang ketidakberesan pemerintahan, tentu saja dibutuhkan perlawanan. Perlawanan seperti apa? Damai atau Berontak? Sebuah kelimpungan dan kebimbangan sedang diletakkan didepan wajah. Berupaya damai lewat jalur perwakilan politik acap kali dihadapkan pada sengkarut alasan yang tak berujung. Tidak saja lama, bahkan aspirasi sepertinya sengaja diabaikan.

Sementara itu, harus diakui revolusi akan menuai banyak dampak negatif dan resiko. Disamping pertumpahan darah, merugikan orang-orang tak bersalah, juga adanya resiko pemanfaatan untuk sebuah agenda terselubung yang bisa jadi berkali-kali lipat merugikannya dibandingkan diam.

Namun, bisa dibilang bahwa revolusi adalah sebuah keniscayaan yang tinggal menunggu waktu. Revolusi hanya bisa diulur tatkala masih ada upaya minimum meredamnya. Sebelum air menggapai lubang hidung, kesadaran akan banjir mungkin belum benar terkonstruksi dalam benak.

Oleh : Junius Fernando S Saragih*

*Penulis adalah mahasiswa Ilmu Pemerintahan Fisip Unpad

Kader Aktivis GMNI Kab.Sumedang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s